Tsunami di Selat Sunda, Membuat Gelombang Tinggi Menghampiri Serang dan Lampung

0
97

Beritabodoh.com – Pada Sabtu, (22/12/2018) malam, sekitar pukul 21.27 WIB malam, tsunami di Selat Sunda menerjang pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Tim SAR Gabungan terus berupaya mengevakuasi korban meninggal maupun selamat. Sampai saat ini terdapat 222 orang meninggal, 843 orang luka luka, dan 28 masih dalam pencarian.

Terdapat personil band Seventeen yang menjadi salah satu korban dari bencana alam yang terjadi pada malam minggu kala itu.

Baca Juga : Fakta 5 Hewan Imut yang Mematikan

1. Pemicu Gelombang Tsunami

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam press release membenarkan bahwa bencana yang melanda wilayah pantai di Selat Sunda merupakan tsunami.

Tsunami tersebut bukan akibat dari gempa bumi, melainkan adanya aktivitas tektonik. Tsunami dimungkinkan akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, pada saat yang bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Sehingga, terdapat kombinasi fenomena alam, yakni tsunami dan gelombang pasang.

2. Update Korban Meninggal

Dari data yang disampaikan Sutopo, per hari ini, Minggu (23/12/2018) sore, jumlah orang meninggal dunia sebanyak 222 orang. Sementara itu, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang. Ada juga bangunan yang ikut turur di terjang ombak besar ini 556 unit rumah rusak, 9 hotel rusak berat,dan 60 warung rusak.

Sebanyak 350 perahu rusak serta puluhan kendaraan roda dua dan roda empat mengalami kerusakan. Hingga saat ini, penanganan terus dilakukan dan evakuasi korban masih berlangsung.

3. Sirine Berbunyi Warga Semakin Panik

Terlihat warga berhamburan ke tengah jalan, setelah dengar bunyi sirine peringatan dini tsunami kedua. Dalam video tersebut terlihat sejumlah warga di Kecamatan Pandeglang berlarian ke tengah jalan.

Berita Lainnya : Tanaman Karnivora / Pemakan Daging

Warga yang cemas dan panik berhamburan ke tengah jalan untuk mengikuti arahan pihak Kepolisian dan TNI. Warga yang tinggal di dekat Pantai Carita dan Tanjung Lesung itu tampak berusaha menjauh ke tempat yang aman.

Aparat Kepolisian dan TNI tampak mengarahkan dan memberi instruksi pada warga untuk berlindung menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi melalui mobil yang terus melaju sambil menyerukan peringatan pada warga.

Tidak ada warning (tsunami lanjutan) dari BMKG. Adanya sirine tsunami di Teluk Labuhan, Kecamatan Labuhan, Kabupaten Pandenglang yang tiba-tiba bunyi sendiri bukan dari aktivasi BMKG atau BNPB. Kemungkinan ada kerusakan teknis sehingga bunyi sendiri.

 

 

 

 

 

Facebook Comments
game poker offline

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here