Ada Kisah Menarik Dari Pernikahan Bung Tomo dan Pi Soelistina

0
52

Beritabodoh.com – Pertempuran antara pejuang kemerdekaan dengan pasukan penjajah meletus di Surabaya pada 10 November 1945. Banyak pejuang yang gugur dalam peristiwa ini. Karena itu  pemerintah kemudian menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Salah satu pahlawan yang namanya lekat dengan pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 adalah Soetomo atau Bung Tomo. Ia merupakan tokoh pergerakan pemuda yang dihormati, pidatonya yang berapi-api mampu membakar semangat arek-arek surabaya kala itu.

Selain kisahnya di medan tempur, ternyata ada kisah menarik dari Bung Tomo, yakni ketika dirinya hendak melangsungkan pernikahan dengan Pi Soelistina.

1. Meski sudah merdeka, perang melawan penjajah masih berlangsung

Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Namun perang melawan penjajah ternyata masih berlanjut hingga 1947. Saat itu para pemuda Indonesia bersikukuh untuk medeka 100 persen. Perlawanan pun terus berlangsung.

Bahkan, demi kemerdekaan yang mutlak, para pemuda menjauhkan diri dari hal-hal yang sifatnya dapat menguntungkan pribadi, salah satunya menikah. Menurut mereka, penikahan dan pertunangan adalah hal yang bertentangan dengan semangat revolusi.

2. Bung Tomo meminta izin menikah kepada kelompok pemuda

Bung Tomo saat itu berusia 27 tahun. Ia hendak menikahi dambaan hatinya yang bernama Pi Soelistina. Sebelum menikah, Bung Tomo meminta izin dan persetujuan dari rekan-rekan kelompok pemuda yang ia pimpin.

Akhirnya keluarlah pemakluman penikahan yang diumumkan melalui media-media. Pemakluman inipun diiringi dengan persayaratan yang ketat dari Pucuk Pimpinan Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia.

Berita Lainnya : Desa Terbersih Dunia yang Berada di Bali

3. Apa saja pemakluman bagi Bung Tomo

Mengingat gentingnya masa, maka perkawinan kawan kami Soetomo (Bung Tomo) dengan Pi Soelistina, yang akan berlangsung bertemunya nanti pada tanggal 19 Juni 1947 jam 19.00 tidak kami kehendaki akan dirayakan dengan cara bagaimanapun juga. Pucuk Pimpinan Pemberontakan menyetujui perkawinan dua kawan seperjuangan itu, berdasarkan perjanjian mereka;

1. Setelah ikatan persahabatan mereka diresmikan itu, mereka akan lebih memperhebat perjuangan untuk rakyat dan revolusi,

2. Meskipun perkawinan telah dilangsungkan, mereka tidak menjalankan kewajiban dan hak sebagai suami-istri sebelum ancaman terhadap kedaulatan negara dan rakyat dapat dihalaukan.

Facebook Comments
game poker offline

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here